“Panggil gue lebih bagus. Gue lebih bisa jelasin,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3). Ia menyatakan amat siap jika sewaktu-waktu dipanggil Panitia Angket DPRD DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Ahok tak merinci nama-nama pemain anggaran yang ada di kantongnya, sebab itu masuk ke ranah hukum. Ahok telah melaporkan permainan anggaran, sekaligus menyerahkan nama-nama pemainnya ke polisi.
Soal penyelidikan Panitia Angket terkait APBD Jakarta ini terkesan melebar dengan rencana pemanggilan terhadap istri Ahok. Surat kepada Veronica memang belum dikirimkan, tapi DPRD merencanakan paling cepat pekan depan dia bakal dipanggil. (Baca Dituding DPRD Terlibat Proyek, Istri Ahok: Diamkan Saja Dulu)
Kamis (12/3), Panitia Angket menyimpulkan ada indikasi kuat dokumen APBD Jakarta 2015 yang dikirim Pemerintah Provinsi DKI ke Kementerian Dalam Negeri palsu. Kesimpulan itu dibuat setelah Panitia Angket mencecar Tim Anggaran Pemprov DKI.
“Sangat jelas dokumen yang dikirim ke Kemendagri bukan hasil pembahasan,” kata Ketua Panitia Angket Muhammad ‘Ongen’ Sangaji. Pernyataan Ongen ini tak baru, karena sejak angket belum digulirkan pun DPRD telah menudingkan hal serupa.
Kesimpulan Panitia Angket itu kemudian diprotes oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah. Ia berpendapat Pemprov DKI telah mengirimkan dokumen sesuai tahapan pembahasan di DPRD yang disepakati bersama. (agk)