"Kenyataan bahwa masih banyaknya anak kami yang menempuh risiko tinggi untuk pergi ke sekolah tidak bisa dibiarkan," kata Anies saat konferensi pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (13/3).
Karenanya, Anies kemudian bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun infrastruktur yang layak bagi siswa. Melalui laman sahabat.kemdikbud.go.id, masyarakat dapat melaporkan lokasi lintasan yang berisiko bagi siswa disertai foto dan deskripsi. Nantinya akan ada tim khusus untuk verifikasi dan melakukan persiapan pembangunan infrastruktur.
“Nawacita pertama Jokowi-Jusuf Kalla adalah negara hadir dan negara melindungi setiap warga negara termasuk melindungi para siswa,” katanya. Dengan adanya bantuan laporan dari masyarakat, menurut Anies, pemerintah akan lebih terbantu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, akses ke sekolah dasar merupakan yang terburuk. "Kalau akses ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah cukup baik," kata Anies.
"Kami akan perbaiki terus. Dan ini akan lebih mudah dilakukan bila semua pihak ikut berpartisipasi dan bekerja sama," katanya. (sip/sip)