"Kalau dia (DPRD) mau bahas (evaluasi APBD) dengan kami, ngapain angket? Akui dong punya kami (Pemprov) asli. Masak bahas barang palsu," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (16/3).
Ahok lantas menyebut, besar kemungkinan tidak terjadi titik temu antara kedua lembaga penyelenggara pemerintah daerah ini. Mantan Bupati Belitung Timur ini tetap ngotot tidak akan mau mengakomodir titipan dari oknum anggota DPRD.
"Saya kira enggak mungkin jalan, karena dia (DPRD) ngotot masukin barang," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal kejanggalan dalam anggaran, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan pihaknya menemukan banyak keganjilan dari hasil evaluasi rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015. Evaluasi tersebut dilakukan setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengirimkan draf APBD DKI 2015 versi e-Budgeting ke Kemendagri pada akhir Februari ini.
Dalam temuan tersebut, pihaknya menemukan kejanggalan dalam pos Penyertaan Modal Pemerintah (PMP). "Selama ini masyarakat tahunya DPRD yang korupsi. Tapi setelah rapat tadi ternyata ada temuan," kata Prasetyo. (Baca juga:Lulung Dibebaskan untuk Terus Selidiki Ahok) (sip)