"Kalau nanti Waduk Karian dibangun, maka akan sia-sia kami alokasikan Rp 4 miliar untuk jembatan ini. Sedangkan ada jembatan yang lebih parah daripada ini," katanya menjelaskan saat ditemui di Lebak, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, rencana pembangunan Waduk belum terealisasikan, jembatan yang sudah berusia 24 tahun tersebut keburu putus. Alhasil, sebanyak 46 warga, di mana 44 diantaranya siswa Sekolah Dasar terjatuh sejauh 15 meter ke dalam Sungai Ciberang. Dua siswa SD, Surdi dan Umi, bahkan mengalami luka serius pada bagian tulang belakang dan kerontokan gigi.
Sementara itu, di Kabupaten Lebak, terdapat 960 unit jembatan gantung di mana 360 diantaranya rusak berat. Jembatan yang menghubungkan Desa Pajagan dan Desa Tambak tersebut termasuk salah satu yang rusak namun sering dilalui oleh warga yang hendak berkerja dan bersekolah.
Kepala Desa Tambak, Suherman, mengatakan di Desa Tambak terdapat sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) sementara di Desa Pajagan terdapat sekitar 300 KK. Selain menggunakan jembatan gantung, warga juga bisa menyeberang dengan rakit.
Sedangkan, ditemui secara terpisah, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan pihaknya akan membangun Kabupaten Lebak, yang termasuk ke dalam salah satu daerah tertinggal, setelah turunnya anggaran pada bulan April ini.
"Saya memang juga akan membangun tetapi nunggu anggaran bulan April ini. Tidak seluruh daerah tertinggal sekaligus kami bantu kecuali saya punya anggaran cukup banyak baru saya bantu seluruhnya," kata dia menjelaskan. (utd)