"Sudah saya. Jembatan yang saya lewati itu yang jebol. Sudah ada indikasinya (rusak) dan memang butuh perhatian serius, " kata Marwan ditemui usai melakukan breakfast meeting dengan para menteri Kabinet Kerja, di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/3) pagi.
Akibat putusnya jembatan gantung, sebanyak 45 siswa sekolah dasar tercebur ke Sungai Ciberang dalam kondisi arus deras. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Sindai, Kecamatan Sajira dengan Pasir Eurih, Kecamatan Cimarga di Kabupaten Lebak. Para siswa yang menjadi korban merupakan siswa SDN 1 Pajagan Kecamatan Sajira. Mereka terjatuh dari ketinggian sekitar 15 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Marwan, Kabupaten Lebak termasuk ke dalam salah satu daerah tertinggal yang berada di bawah tanggung jawab kementeriannya. Namun, dia mengaku hingga saat ini masih menunggu anggaran bulan April untuk membangun beberapa daerah tertinggal di Indonesia, termasuk Lebak.
Selain persoalan ketertinggalan infrastruktur, Kabupaten Lebak juga pernah disorot publik akibat kasus suap sengketa Pilkada Lebak, yang melibatkan Gubernur nonaktif Banten Ratu Atut Chosiyah dan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana. Suap dimaksudkan untuk memenangkan memenangkan gugatan pasangan calon bupati dan wakil bupati Lebak, Amir Hamzah dan Kasmi di MK.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Mulyono dijadwalkan melakukan peninjauan ke lokasi jembatan gantung yang putus di Lebak, Banten, Jawa Barat. Mereka dijadwalkan melakukan kunjungan pada Senin pagi ini. (utd)