Angka ini didapat setelah ia membandingkan RAPBD DKI versi DPRD dan versi Pemprov dalam situs KawalApbd.org yang dibuat oleh Pahlevi Fikri Auliya. Lewat akun Twitter Ainun Nadjib, yang juga merupakan penggagas situ Kawal Pemilu, keberadaan laman Kawal APBD tersebar luas di masyarakat.
"Jadi Ainun, kan, dapat (anggaran siluman) Rp 10,5 triliun saya kira ada Rp 1,5 triliun lagi. Nah itu lagi kami cari, bisa jadi apa saja di dalam RAPBD. Saya tidak mau buka, nanti kebongkar. Kami sudah ketemu, kok, permainannya," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada eselon 4, eselon 3, eselon 2 juga mungkin terlibat," ucap mantan politisi Gerindra ini.
"Nanti ICW akan lapor ke KPK. Dia (ICW) akan buka semua. Mengerikan kalau kami lihat itu," kata Ahok.
Selain itu, dalam masa pembahasan evaluasi RAPBD, Ahok menyatakan telah menginstruksikan kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Heru Budi Hartono, untuk mencoret serta mengalihkan anggaran yang tidak masuk akal. (utd)