Mendengar rencana pengusutan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan rasa terima kasihnya dan bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Kemendagri dan DPRD DKI Jakarta dalam mengawasi rincian dana di draf APBD 2015.
"Tidak masalah, justru saya terima kasih beberapa item Kemendagri telah banyak potong. Nanti kita mau umumkan biar warga ikut ngawasi kemudian laporkan langsung saya lock saja (draf APBDnya)," ujar Ahok—sapaan Basuki—di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (17/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengetahui berbagai motif dan aktor yang terlibat, Ahok berharap pengawasan yang akan dilakukan DPRD dan masyarakat dapat berjalan dengan cepat. Jika pengawasan berjalan cepat, maka Ahok dapat memasukan perubahan dalam draf APBD 2015 sebelum tenggat waktu yang diberikan Kemendagri habis pada Jumat (20/3) mendatang.
Dalam evaluasi Kementerian Dalam Negeri terhadap draf APBD DKI Jakarta 2015, terdapat anggaran pengadaan mesin tik di enam tempat sejumlah Rp 1.701.632.500 yang tidak disetujui oleh kementerian tersebut.
Menanggapi penolakan Kemendagri atas anggaran pengadaan mesin tik tersebut, Wakil DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan akan membahas pos anggaran tersebut dalam rapat pembahasan draf APBD 2015 hasil evaluasi Kemendagri bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada hari ini.
(hel)
Menanggapi penolakan Kemendagri atas anggaran pengadaan mesin tik tersebut, Wakil DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan akan membahas pos anggaran tersebut dalam rapat pembahasan draf APBD 2015 hasil evaluasi Kemendagri bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada hari ini.