“Kami akan kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir situs yang menyebarkan video itu,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian saat ini sedang menelusuri video kontroversial tersebut melalui analisis Teknologi Informasi, yakni dengan melihat pakaian, senjata, bangunan, dan orang-orang yang ditampilkan dalam video tersebut.
Video berdurasi dua menit yang menunjukkan sekelompok anak dididik ala militan ISIS itu beredar luas di internet. Anak-anak itu terlihat diajari menggunakan senjata, bongkar pasang senapan, bela diri, dan lain-lain.
Di tengah video, seorang anak yang sedang mengikuti pelatihan militan itu ditanyai oleh orang dewasa yang melatihnya, “Menembak bisa?” “Bisa,” jawab si anak.
“Bongkar pasang AK (senapan AK-47) bisa?” tanya pelatihnya lagi. “Bisa,” jawab si anak dengan mantap.
Polri sebelumnya menyatakan Indonesia menjadi negara target rekrutmen ISIS. Kelompok radikal itu bukan hanya menyasar orang dewasa untuk diajak bergabung, tapi juga anak-anak. (agk)