Anies bahkan mengeluarkan guyonan bahwa UN sekarang mementingkan kejujuran karena tak lagi menjadi penentu kelulusan. "Sebenarnya meski tak lagi menjadi alat penentu kelulusan, pengawasan tetap jalan dan tidak longgar," ujar Anies saat ditemui di kompleks Kemendikbud, Jumat (20/3).
"Sekarang UN 'tuh jujur-jujuran, bukan lulus-lulusan," lanjut Anies disertai tertawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pengamanan di tiap-tiap provinsi tetap sesuai dengan standar operasional prosedur. "Pengamanan provinsi tetap sesuai SOP, tidak berkurang sedikitpun," kata Nizam.
Lebih jauh Nizam mengatakan, anggota kepolisian hanya akan menjaga hingga ke tempat penyimpanan di tiap-tiap provinsi dan kota. Untuk tempat penyimpanan pun, tambah Nizam, tiap provinsi dan kabupaten kota akan berbeda sesuai kondisi daerahnya.
"Polisi hanya berjaga sampai tempat penyimpanan terakhir dan untuk lokasinya sesuai daerah masing-masing alias situasional," ujarnya.
Sebelumnya Kemendikbud mengeluarkan kebijakan yang menyatakan UN tak lagi menjadi alat penentu kelulusan. Namun meski tak menjadi penentu kelulusan Anies Baswedan mengatakan nilai UN untuk SMA dan SMK akan menjadi pertimbangan untuk masuk ke perguruan tinggi.
(obs)