"Kami ingin memperlihatkan proses yang transparan," ujar Anies di Kompleks Kemendikbud, Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies menjelaskan hingga hari ini, proses pengiriman terhadap naskah UN SMA dan SMK sudah 87,93 persen. Sementara untuk SMP belum ada perkembangan karena pelaksanaannya masih lama.
"SMP belum banyak dimulai karena UN-nya masih jauh di belakang pelaksanaan UN SMA dan SMK," ujarnya melanjutkan. Untuk catatan, persentase penyelesaian naskah UN SMP baru 12,18 persen atau sekitar dua juta naskah yang selesai dari target 18 juta.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Profesor Nizam menambahkan, ada enam hingga sembilan CCTV yang terpasang di masing-masing percetakan. Ada 17 percetakan yang bertanggung jawab membuat soal UN.
Nizam menjelaskan, di setiap percetakan akan ada petugas dari Kemendikbud yang berjaga 7x24 jam. Dia bertugas memonitor pergerakan di sana. Selain itu jika ada masalah yang terlihat di CCTV, maka Kemendikbud akan langsung menghubungi petugas di percetakan agar masalah tak meluas.
"Jika ada masalah petugas akan langsung ditelepon dan memang petugas berjaga setiap hari secara bergantian," kata Nizam. (hel)