"Donasi bisa dari siapa saja dan berapa saja. Ini akan ada terus," kata Rikwanto di Jakarta, Ahad (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Sabtu (22/3) kemarin tokoh asal Cianjur, Chep Hermawan, ditangkap oleh Polri. Namun polisi menyatakan Chep ditangkap atas kasus penipuan tahun 2010 bukan karena alasan ISIS.
Menurut pengakuan Chep, dia sempat menghabiskan uang hampir Rp 1 miliar untuk membiayai keberangkatan beberapa orang menuju Suriah. Chep mengatakan, kebanyakan dari warga Indonesia yang ia berangkatkan berasal dari Jawa.
Alasan Chep melakukan pendanaan pemberangkatan orang-orang ke Suriah, lantaran ia ingin menyalurkan keinginan banyak warga untuk berjihad. Ia mengklaim lebih baik memberangkatkan WNI ke Suriah daripada nanti mereka merusak negaranya sendiri.
Polisi juga telah menangkap seorang yang diduga penyandang dana sekaligus perekrut anggota ISIS di Cisauk, Tangerang Selatan, kemarin. M Fachri ditangkap di dekat rumahnya di Jalan Baru LUK RT05/07 Kelurahan Bhati Jaya.
Menurut Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Irfing Jaya, Fachri diduga menjai pengumpul sekaligus penyandang dana untuk memberangkatkan warga negara Indonesia ke Suriah dan Irak. "Ia memfasilitasi orang untuk bergabung ke ISIS," kata Irfing, Minggu (22/3).
Melalui jaringannya, Fachri merekrut orang agar mau diberangkatkan ke Irak dan Suriah. Rekrutmen dilakukannya secara tertutup melalui dunia maya. Pria yang baru dua tahun pindah ke Tangerang Selatan ini mengelola sebuah situs al-mustaqbal.net.
Untuk menindaklanjuti penangkapan ini, petugas Densus 88 Antiteror menggeledah rumah milik Fachri. Dari rumah yang didiami Fachri bersama isteri dan lima anaknya tersebut, petugas menyita lima unit laptop dan buku-buku berisi ajaran radikal. (hel/obs)