“Sebentar lagi saya kira akan ada gerakan massal. Oleh karena itu politik harus distabilkan. Sekarang kan sudah mulai,” kata Fadli Zon saat ditemui kediaman Ketua Umum PPP versi Munas Jakarta Djan Faridz di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli memandang keputusan pemerintah soal dualisme kepengurusan Partai Golkar yang dinilai merugikan kubu Aburizal Bakrie (Ical) otomatis mengundang reaksi negatif dari publik.
Dengan keputusan tersebut, lanjut Fadli, menimbulkan persoalan baru dan membawa dampak buruk.
“Kalau seperti ini langkah yang diambil Menkumham bukan menyelesaikan masalah tapi membuat masalah baru,” kata dia. “Ini yang jadi persoalan. Kalau ini yang dicederai,” kata Fadli menambahkan.
Keluarnya SK Menteri Hukum dan HAM yang mengesahkan kubu Agung Laksono sebagai kepengurusan Golkar yang sah, direspons Koalisi Merah Putih dengan langsung menggelar rapat konsolidasi secara tertutup.
Rapat konsolidasi digelar di rumah Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz di Jalan Diponegoro Nomor 40, Menteng. Dalam rapat yang berakhir menjelang Senin tengah malam itu para petinggi KMP yang keluar dari rumah mewah tersebut tidak mau berkomentar banyak soal pertemuan tersebut.
Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, para petinggi KMP yang hadir di antaranya dari Golkar yaitu Aburizal Bakrie dan Idrus Marham. Dari Gerindra Prabowo Subianto dan Fadli Zon. Selain itu juga hadir Amien Rais mewakili PAN, Fahri Hamzah dari PKS, dan dari PPP adalah Djan Faridz dengan Suryadharma Ali.
(obs/obs)