"Tadi pagi saya kontak Din Minimi untuk konfirmasi, tapi tidak bisa. Berapa jam kemudian, dia kontak saya. Saya tanya apa dia tahu soal penculikan dua intel, apa dia terlibat, dia menyatakan dia tidak tahu, dan tidak terlibat dengan penculikan itu," ujar Safaruddin, saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahu saya mereka tidak seperti itu. Karena dulu saya sudah bilang kepada mereka jangan sampai ada kontak (senjata). Karena kalau ada kontak, berarti tidak bisa dimediasi lagi," ujarnya.
Dalam informasi tersebut dijelaskan soal dua orang anggota Unit Inteldim 0103/Aut, atas nama Sertu Indra NRP dan Serda Hendri NRP yang sedang bertugas memantau keberadaan Din Minimi, mendatangi Mukim Daud untuk mengumpulkan keterangan seputar peristiwa itu, Senin (23/3).
Saat keduanya meninggalkan rumah Mukim Daud, sekitar 300 meter, keduanya didatangi oleh 15 orang yang langsung membawa keduanya ke dalam sebuah mobil. Mobil tersebut diinformasikan mengarah ke Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmut, Kabupaten Aceh Utara. Pada pukul 17.30, terdengar suara letusan senjata api sebanyak tiga kali di sekitar Desa Alumbang, Kecamatan Nisam Antara.
Korban Hilang Lainnya
Sebelum tersebar kabar soal penculikan dua anggota intel tersebut, Din Minimi juga dituding terlibat dalam hilangnya seorang kader Jajaran Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh Wilayah Pase, Mahmudsyah alias Ayah Mud.
Ayah Mud, yang diketahui sebagai warga Desa Kito, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, diculik oleh kelompok bersenjata laras panjang saat membeli rokok di kios yang tak jauh dari rumahnya, juga pada Minggu malam (22/3).
Atas kejadian tersebut, Safaruddin juga memastikan, Din Minimi menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak terlibat dalam penculikan Ayah Mud.
"Soal penculikan salah satu panglima GAM Ayah Mud, dia juga tidak tahu dan tidak terlibat masalah itu. Saya sendiri bingung, kenapa ini dikaitkan dengan Din Minimi", ujar Safaruddin. (meg/meg)