Sumber CNN Indonesia menyatakan, Sertu Indra dan Serda Hendri tengah mengintai Din Minimi, kelompok bersenjata pecahan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). (Baca juga: Din Minimi Bantah Terlibat Pembunuhan Dua Intel TNI)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua intel itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil oleh kelompok bersenjata yang menculiknya. Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 17.30 WIB, terdengar suara letusan senjata api sebanyak tiga kali.
Di tempat kejadian perkara ditemukan 12 butir selongsong senapan AK-47 dan 3 butir selongsong senapan M-16.
Sertu Indra dan Serda Hendri kemungkinan besar dieksekusi dengan cara diberondong peluru dari jarak dekat. “Begitulah informasi dari lapangan,” ujar Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Letnan Kolonel Inf Mahfud.
Secara terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI Fuad Basya menyatakan aparat sedang memburu pelaku penembakan. Dia juga mengatakan pelaku merupakan “Kelompok yang telah diperkirakan.”
Sementara itu, Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin mengatakan Abu Minimi alias Nurdin alias Din Minimi kepadanya menyatakan tidak terlibat dalam penculikan dan pembunuhan dua anggota Intel 0103 Aceh Utara tersebut. (agk)