Menurut Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polri, tim yang saat ini ada di Turki sudah sepakat dengan otoritas setempat bahwa 12 WNI akan dideportasi. "Dalam watu satu dua hari ke depan pemulangan akan dilakukan," kata Anton kepada CNN Indonesia, Rabu (25/3). Saat ini menurutnya masih disiapkan administrasi pemulangan 12 WNI tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemulangan tetap dilakukan karena negara menurut Anton harus melindungi setiap warga negara. Apalagi beberapa di antara mereka masih anak-anak. "Mereka masih WNI belum dicabut kewarganegaraanya," ujar Anton. Sementara yang berusia dewasa dibutuhkan keterangannya terkait simpatisan ISIS di Indonesia.
Data dari Mabes Polri menyebutkan, dua dari 16 WNI tersebut adalah isteri dari pelaku tindak pindana teror. Ririn Andrian Sawir adalah isteri Achsanul Huda, warga negara Indonesia yang lebih dulu pergi ke Suriah. Huda kini telah tewas di negeri yang tengah berkonflik itu. Ririn pergi ke Turki bersama tujuh anaknya.
Sementara Tiara Nurmayanti adalah istri dari M Hidayah, pelaku teroris yang telah tewas di Tulungagung. Tiara pergi ke Turki bersama anaknya yang bernama Syifa Hidayah Kalashnikova. (Baca juga: WNI Istri Jihadis Boyong Tujuh Anaknya ke Turki) (sur)