Sebelumnya, dengan diputuskannya penerbitan Pergub maka Pemprov harus merancang ulang mata anggaran tahun 2015 ini agar sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia, yakni maksimal Rp 72,9 triliun.
"Misalnya perbaikan jalan jangan di jalan Daan Mogot tapi di jalan Palem Indah atau sebaliknya, silakan," kata Heru di Balai Kota, Jakarta, Kamis (26/3).
Heru tak menampik hal ini akan menambah beban kerja Pemprov. Namun ia tak mempermasalahkan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"2014 programnya sudah dibuang saja. Sudah tidak kami pikirin," ujar Heru.
"Saya rasa tidak berani pegawai Pemprov sekarang jiplak mata anggaran, sudah ada e-Budgeting. Lebih ketat, dong. Kalau jiplak nanti kelihatan tidak bagus kerjanya," kata dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga mengatakan warga Jakarta tidak akan rugi meski tahun ini menggunakan anggaran tahun 2014. Ia malah yakin akan ada kelebihan anggaran.
"Gampang itu, tinggal kami potong (anggaran) pemeliharaan, alat tulis kantor, termasuk dinas luar negeri segala macam kami sudah dapat Rp 1,2 triliun," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (26/7).
Di tahun ini, ujar Ahok, postur pembelanjaan APBD akan lebih banyak digunakan untuk belanja infrastruktur serta program-program kesehatan dan pendidikan serta program lain yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. (utd)