Bekas Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana memenuhi panggilan Bareskrim Polri. Ini adalah panggilan pertama Denny untuk statusnya sebagai tersangka korupsi proyek payment gateway.
Dengan mengenakan batik merah, Denny tidak terlalu banyak bicara soal pemeriksaanya kepada pewarta. Didampingi kuasa hukumnya Heru Widodo, Denny berharap hari Jumat ini menjadi hari baik bagi dirinya.
"Saya berharap hari ini jadi hari yang baik, untuk bisa menjawab pertanyaan dan memenuhi undangan pertama Bareskrim sebagai tersangka," kata Denny yang hadir sekitar pukul 14.00 WIB Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap bisa menjawab persoalan pembayaran paspor melalui Payment Gateway ini. Ini untuk menghindari calo dan untuk tidak mengantri lama," jelasnya.
"Dia perancang dan dia yang punya inisiatif untuk melibatkan dua vendor," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (26/3).
Rikwanto juga menjelaskan Denny Indrayana merupakan orang yang menunjuk perusahaan yang menjadi pemenang dalam proyek pengadaan Payment Gateway.
Sebelumnya, walaupun enggan merinci, Rikwanto memang sempat menyebut ada hubungan khusus antara Denny dan kedua Vendor terpilih.
Ketika CNN Indonesia mengonfirmasi ke salah satu Vendor, PT Nusa Inti Artha (Doku), perusahaan menyatakan telah melalui prosedur sesuai aturan dan melewati proses 'beauty contest' sehingga ditetapkan sebagai pemenang.
(pit)