Nasir mengatakan aksi tersebut merupakan murni tindakan kriminal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaannya, jaringan narkoba yang terlibat itu pun bisa berasal dari luar Aceh.
"Masyarakat akan berpikir kalau menjaga anggotanya saja tidak bisa, bagaimana polisi akan menjaga keamanan di tengah masyarakat," katanya.
Nasir mengatakan pembunuhan dua serdadu itu sangat mungkin dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk merusak hubungan baik antara TNI dan Polri.
"Selama ini TNI dan Polri sering menggagalkan penyelundupan atau pemusnahan ladang ganja di Aceh. Kemungkinan ini mereka marah dan menyerang," kata Nasir.
Pada pertemuan kali ini, Nasir menceritakan, DPR telah menyarankan agar aparat hukum di Aceh benar-benar melakukan pengamanan terutama terhadap penyebaran senjata-senjata ilegal.
"Kepemilikan senjata ilegal di Aceh harusnya dapat terus diperiksa. Masih ada itu senjata-senjata yang tidak ikut dimusnahkan pasca konflik atau senjata-senjata yang digunakan sebagai nilai tukar narkoba," ujarnya.
Untuk saat ini, Nasir mengungkapkan kondisi di Aceh secara umum terbilang kondusif dan terkendali. Meski demikian, dia berharap TNI dan Polri lebih mengedepankan fungsi-fungsi utama lembaganya. "Kami meminta TNI dan Polri lebih mengedepankan fungsi-fungsi intelijen," katanya. (meg)