"Kebijakan untuk mengevakuasi WNI ada di pemerintah. Yang jelas, sudah ada warning dari pemerintah kepada kami untuk menyiapkan pesawat. Panglima TNI juga sudah mengeluarkan perintah lisan untuk menyiagakan pesawat," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya kepada CNN Indonesia melalui sambungan telepon, Selasa (31/3).
Fuad menambahkan, dua pesawat Boeing yang mereka siagakan kini telah terparkir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ia berkata, operasi evakuasi WNI dari Yaman nantinya akan berjalan dalam koordinasi Kemenlu. (Baca juga: Pemerintah Putar Otak Pulangkan WNI dari Yaman)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua tahap awal evakuasi itu terdiri dari proses menyatukan WNI ke satu titik kumpul dan memindahkan mereka ke tempat aman. Dua hal ini merupakan tanggungjawab konsulat jenderal Indonesia. Dari titik aman tersebut, barulah para WNI akan dijemput pasukan TNI pulang.
Lebih lanjut, Fuad menegaskan TNI tidak akan menerjunkan pasukan dalam jumlah yang banyak. Ia beralasan, keberangkatan ke Yaman bukanlah operasi militer.
"Yang paling utama kan evakuasi, kecuali ada petunjuk lanjutan," ucap Fuad. Lagi pula, lanjutnya, memberangkatkan banyak personel TNI justru akan mengurangi daya angkut pesawat. Dalam catatan terakhirnya, TNI ditugaskan untuk memulangkan setidaknya 250 WNI dari Yaman. (Lihat Fokus: Arab Saudi Gempur Houthi) (sip)