"Pertama, bingkisan di dalam dus. Diketahui isinya uang Rp 1,5 miliar," ujar Rachmat ketika bersaksi untuk Swie Teng di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (1/4). Rachmat mengaku duit diberikan oleh kaki tangan Swie Teng, Yohan Yap, pada sekitar bulan Januari atau Februari 2014, di rumah dinasnya.
"Yohan datang menemui saya, awalnya hanya menyampaikan ada salam dari Om Asi (Haryadi Kumala) dan Swie Teng. Dia minta perhatian agar izin (tukar-menukar hutan) dipercepat," ujarnya. Saat pemberian duit panas, proses penerbitan rekomendasi hutan masih berlangsung.
Namun, proses tersebut terkendala lantaran lahan sekitar 1.000 hektar yang diajukan PT BJA tumpang tindih dengan PT Semindo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh lagi, Rachmat mengaku ajudannya bernama Tenny Ramdhani juga pernah menerima duit dari Yohan Yap. "Saya tahu beberapa hari kemudian, isinya uang di dua dus, yang menurut Tenny adalah Rp 2 miliar," ucapnya. Merujuk berkas dakwaan, Rachmat yang berinisiatif untuk memita duit tersebut pada Swie Teng melalui Yohan.
Pada berkas dakwaan jaksa, pada 29 April 2014, Rachmat menerbitkan Surat Nomor: 522/624-Distanhut Perihal rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan atas nama PT BJA ke Kementerian Kehutanan. Dalam surat tersebut, pemerintah Kabupaten Bogor mendukung kelanjutan proses ruislag kawasan seluas 2.754 hektare, yang tadinya hanya direkomendasikan 1.668 hektare.
Sementara itu, terkait lahan yang tumpang tindih, surat izin milik PT Indocement dan PT Semindo akan tetap berlaku sampai diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Kehutanan. Dengan kata lain, setelah muncul SK Menhut, maka hak atas kawasan tersebut menjadi milik PT BJA.
Atas suap tersebut, Swie Teng didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001. Swie Teng diancam lima tahun penjara.
Sementara itu, Yohan Yap sudah lebih dulu divonis satu tahun enam bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung. Yohan adalah perantara dalam kasus suap ruislag. Sementara otak dari suap menyuap diduga dilakukan oleh Swie Teng. (utd)