"Bom paku itu memang ciri khas kelompok radikal, baik yang ada di Jawa Barat maupun Jawa Timur," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Rikwanto, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyatakan, bahan peledak yang digunakan dalam benda-benda tersebut adalah bahan peledak buatan tangan. Karena itu, polisi kesulitan untuk melacak dari mana asalnya.
Kepolisian pun belum bisa menyebut benda berbahan peledak itu sebagai bom. Hal itu dikarenakan, tidak ditemukan detonator maupun timer ditemukan pada bahan peledak.
"Bentuknya ini seperti petasan banting besar, bulat seukuran bola tenis dibungkus plastik seperti dimsum," ujar Rikwanto. Pada benda tersebut juga ditemukan serpihan paku yang bisa melukai.
Sebanyak 49 benda berbahan peledak tersebut ditemukan di Tanah Abang, menyusul terjadinya ledakan yang memakan empat orang korban, Kemarin.
Saat ini kepolisian masih menyelidiki bagaimana benda-benda tersebut bekerja.
"Apakah itu meledak jika dibanting atau terkena tekanan itu masih diselidiki," kata Rikwanto.
(meg)