Analisis tersebut disampaikan oleh peneliti Center for Strategic and International Studies Arya Fernandes kepada CNN Indonesia, Senin (13/4). Dalam Kongres, Megawati memasukkan Puan dan Prananda ke dalam struktur pengurus inti partai. Puan menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Politik dan Keamanan –namun nonaktif agar tak rangkap jabatan dengan posisinya sebagai menteri, sedangkan Prananda menjabat Ketua DPP Bidang Ekonomi Kreatif.
Baca: Akhir Kerja ‘Sunyi’ Prananda Prabowo, Putra Mahkota Megawati
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan politikus senior PDIP Pramono Anung menegaskan Puan dan Prananda akan digembleng menjadi pemimpin masa depan partai banteng. Mereka menyebut nama dua cucu Soekarno itu masuk ke pusat struktur PDIP karena hak prerogatif Megawati selaku formatur tunggal yang memilih nama-nama kader untuk ditaruh di kepengurusan DPP.
“Ibu Mega telah memberi sinyal jelas mengenai regenerasi di tubuh partai. Puan dan Prananda ditunjuk (menjadi Ketua DPP) untuk digembleng,” kata Pram.
Waktu lima tahun, dari sekarang ke Kongres PDIP 2020, dianggap cukup untuk mematangkan pengalaman dan posisi politik keduanya. (agk)