Badrodin menilai, karena pengamanan yang sama dilakukan setiap tahun, maka tidak ada masalah yang berarti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya persoalannya kan sekarang sudah ada yang menggunakan komputer ujiannya. Dan sebagian masih manual. Jadi pengamanannya masih seperti yang lalu," kata dia.
"Kami berfokus pada naskah ujian. Itu saja, kan kami juga tidak ikut mengawasi ujian. Kami hanya di luar saja," ujar dia. (Baca: FOKUS - Cara Baru Ujian Nasional)
Dia juga memastikan, hingga saat ini belum ada laporan gangguan ujian yang sampai ke lembaganya. "Sampai sekarang belum ada laporan. Aman," kata dia.
Hari ini, sebanyak 170 ribu siswa dari 724 sekolah di 129 kabupaten/kota di 27 provinsi mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga terjun langsung untuk melakukan peninjauan pelaksanaan UN di beberapa sekolah di wilayah DKI Jakarta, seperti diantaranya di SMK 27, SMA Santa Ursula dan SMKN 20. (meg/meg)