Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan keadaan di Aceh bahkan jauh lebih keras dibandingkan yang terjadi di DKI Jakarta. Menurutnya, kejadian di Aceh bukan hanya berupa dinamika politik saja, melainkan hingga muncul kekerasan.
"Jika kalian mau tahu, Aceh itu lebih keras. Tidak hanya debat tapi juga aspek kekerasan muncul. DKI ini dinamika saja, kami tidak ingin ikut campur dalam permasalahan politik yang menjadi hak DPRD," kata Tjahjo di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih untung kami tidak memotong banyak. Jika mau adil, yang berkaitan dengan pejabat DKI yang kami potong, tapi itu juga tidak fair," ujarnya menambahkan.
Sebelumnya Tjahjo Kumolo menegaskan secara administrasi prosesnya sudah selesai, tinggal bagaimana kesepakatan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD.
"Masalah APBD sudah clear dan sudah selesai semua permasalahannya. Kami mendorong agar pendidikan, kssehatan, Transjakara, dan soal guru honorer harus jadi skala prioritas," kata Tjahjo saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/4).
"Sekarang prinsipnya adalah walaupun terlambat tapi pembangunan tetap berjalan. Tinggal bagaimana kesepakatan dengan DPRD," katanya melanjutkan.
APBD DKI Jakarta tahun ini disahkan melalui peraturan gubernur. Kisruh penyusunan APBD antara Pemprov dengan DPRD DKI Jakarta berbuah pada digunakannya kembali pagu anggaran tahun lalu untuk tahun 2015 setelah direvisi dan disetujui Kemendagri. (pit)