“U-boat tetap di dasar laut, tak diangkat, sebab perlu biaya besar untuk mengangkatnya,” kata Ketua Tim Peneliti Pusat Arkeologi Nasional Bambang Budi Utomo kepada CNN Indonesia. Bambang saat itu memimpin tim peneliti kapal U-boat yang menyelam ke dasar laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benda-benda tersebut tetap menjadi hak pemerintah Jerman sebagai negara asal kapal itu, sesuai perjanjian internasional yang berlaku.
Namun saat itu tak ada tindak lanjut untuk mencari tahu kebenaran berita tersebut sehingga Kopaska memutuskan untuk melakukan ekspedisi kecil. Tim yang berjumlah 10 orang berangkat dari Jepara, Jawa Tengah, menuju Pulau Karimunjawa menggunakan kapal feri, kemudian disambung naik kapal kayu menuju perairan yang menjadi target penyelidikan.
Setelah menghabiskan 10 jam di kapal kayu akibat kecepatan kapal yang lambat, U-boat akhirnya ditemukan di kedalaman 25 meter. Sesungguhnya posisi kapal selam karam sepanjang 30 meter itu lebih dekat ke Pulau Kalimantan ketimbang Pulau Karimunjawa. (agk)