"Ya sudah kalau saya lihat kesannya cukup tertarik juga Smart City punya kita. Mereka tidak pernah pikirkan Smart City kita begitu detil," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota, Selasa (14/4) sore.
Ahok bercerita Mike Tensi kagum sekaligus kaget dengan sistem Smart City di DKI Jakarta yang dapat memantau gerak-gerik pegawai pemda yang terekam oleh CCTV hanya melalui telepon seluler. MIke menduga tak banyak pegawai DKI yang tahu kalau aktivitasnya dimonitor oleh Smart City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok, seluruh jaringan pada setiap kelurahan di Ibu Kota sudah terhubung dengan viber optic sehingga hampir tidak ada jeda koneksi jika terjadi percakapan via video call. Namun, Ahok mengatakan untuk mengembangkan Smart City yang terintegrasi membutuhkan anggaran dan sumber daya manusia yang tak sedikit.
"(Anggaran) Smart City mungkin akan agak besar ya karena kita mau membentuk tim untuk menganalisa dan mendesain ruangan agar bagus. Saya yakin akan banyak orang yang datang untuk belajar," kata Ahok. (ags/ags)