Diancam Bom, Batik Air Mendarat Darurat di Makassar
Helmi Firdaus | CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2015 08:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat Batik Air jurusan Ambon-Jakarta, mendapat ancaman bom, Jumat (17/4) pagi. Akibat ancaman bom tersebut, pesawat Boeing 737-900 ER ini terpaksa mendarat di di Bandara Hasanuddin, Makassar.
Direktur Utama Angkasa Pura I yang membawahi Bandara Hasanuddin, Tommy Soetomo mengatakan, pesawat Batik Air itu terbang dari Bandara Pattimura, Ambon dengan tujuan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Setelah beberapa saat pesawat itu terbang, kru darat Bandara Pattimura mendapatkan pesan pendek (SMS). Isi SMS itu menyatakan bahwa dalam pesawat Batik Air itu ada bom. (Baca juga: Pesawat Batik Air Jurusan Ambon- Jakarta Diancam Bom)
“Karena ada ancaman SMS ancaman bom itu, pesawat itu terpaksa mendarat di Hasanuddin,” lanjut Tommy. Tommy melanjutkan karena ada ancaman itu, Bandara Hasanuddin segera melakukan standar operasi terkait kondisi yang berbahaya.
Begitu mendarat, pesawat berjenis Boeing 737-900 ER, segera dilakukan standar operasi untuk penangangan kondisi darurat. Pesawat segera diisolasi di Hasanuddin, lalu dilakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang sembari melakukan penanganan.
Tommy menegaskan, seluruh penumpang dan kru pesawat telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Kemudian pesawat yang diisolasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan pesawat, papar Tommy dilakukan oleh Tim Gegana dan TNI Angkatan Udara. “Pemeriksaan ini masih dilakukan,” katanya. (hel)
Direktur Utama Angkasa Pura I yang membawahi Bandara Hasanuddin, Tommy Soetomo mengatakan, pesawat Batik Air itu terbang dari Bandara Pattimura, Ambon dengan tujuan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Setelah beberapa saat pesawat itu terbang, kru darat Bandara Pattimura mendapatkan pesan pendek (SMS). Isi SMS itu menyatakan bahwa dalam pesawat Batik Air itu ada bom. (Baca juga: Pesawat Batik Air Jurusan Ambon- Jakarta Diancam Bom)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tommy menegaskan, seluruh penumpang dan kru pesawat telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Kemudian pesawat yang diisolasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan pesawat, papar Tommy dilakukan oleh Tim Gegana dan TNI Angkatan Udara. “Pemeriksaan ini masih dilakukan,” katanya. (hel)