Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyatakan akan tetap menggunakan percetakan tersebut dengan catatan pengamanan diperketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai tahun ini pula, kata Anies, soal UN yang sudah digunakan akan dimusnahkan. "Sementara, untuk penyimpanan dilakukan di gudang dan disegel," ujarnya.
Nizam menilai Kemendikbud tidak mungkin mencari percetakan lain untuk menggantikan Percetakan Negara untuk melaksanakan pencetakan soal UN SMP. Pasalnya, waktu yang tersisa terlalu singkat serta proses pencetakan soal UN SMP sudah berlangsung.
"Jadi, yang akan kami lakukan adalah memastikan agar kejadiannya tidak terulang lagi. Pengamanannya juga akan diperketat," kata Nizam.
Nizam pun berpendapat Kemendikbud tidak bisa serta merta memasukkan Percetakan Negara dalam "daftar hitam" percetakan UN. Alasannya, belum tentu pihak percetakan yang membocorkan soal UN tersebut. "Bisa saja ada oknum. Atau, bisa saja percetakan itu malah jadi korban," ujarnya.
Sebanyak 30 paket soal UN IPA SMA untuk daerah Aceh dan Yogyakarta diunggah ke Google Drive. Nama akun Google pengunggah diketahui berasal dari Percetakan Negara yang memang bekerja sama dengan Kemendikbud untuk mencetak soal UN 2015. Kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian dan telah ditindaklanjuti. (meg)