Diyakini Banyak Khasiat, Pria Ini Cekoki Minyak Ganja ke Anak

Megiza, CNN Indonesia | Senin, 20/04/2015 16:20 WIB
Lahir dengan adat dan tradisi menggunakan ganja sebagai bumbu masak, membuat pria ini mengkonsumsi ganja hampir setiap hari. Tak terkecuali anaknya. Sebuah pameran tentang khasiat produk ganja medis diperlihatkan di California, 23 Januari 2015. (REUTERS/Robert Galbraith)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musnaini, 33 tahun, warga Pidie, Aceh, memastikan dirinya tidak dalam keadaan main-main saat dua tahun lalu memberikan minyak biji ganja kepada anaknya. Kandungan DHA (docosahexaenoic) yang terkandung dalam minyak ganja, membuatnya ingin membuktikan fungsi DHA yang disebut-sebut dapat memicu perkembangan otak bayi itu.

Memperingati Hari Ganja Sedunia yang jatuh setiap hari ini, 20 April, sejumlah pihak mengampanyekan untuk melegalkan ganja untuk dikonsumsi masyarakat luas. Bukan tanpa alasan. Mereka yang ingin ganja dilegalkan memiliki dugaan bahwa ganja tidak punya efek negatif seperti jenis narkotik lainnya. Mereka ingin membuktikan dugaan itu.

Salah satunya adalah Musnaini. Dia bercerita, dirinya telah mengonsumsi ganja sejak 21 tahun yang lalu didorong oleh keyakinan bahwa ganja tidak menghancurkan tubuh. Tidak seperti jenis narkotik pada umumnya, ganja dia rasakan tidak menimbulkan efek fly atau mengawang-awan kepada penghisapnya. Musnaini pun mencoba memberikan minyak biji ganja tersebut kepada anaknya.


“Saya test ke anak, setengah sendok teh saja di makanan kalau lagi ada bijinya. Dia kan masih di PAUD, saya lihat efeknya dia enggak ada tidur, enggak ngefly atau enggak hiperaktif,” ujar Musnaini saat ditemui CNN Indonesia, di Banda Aceh, Desember lalu.

Sesendok teh minyak ganja itu diasupkan Musnaini ke buah hatinya. Efek yang paling jelas terlihat, yang ditunjukkan anaknya adalah daya ingat yang lebih cepat.

Musnaini menceritakan, suatu hari dia pernah membawa sang anak melihat sebuah pameran alat-alat perang. Dari sana, dia untuk pertama kalinya, menyadari efek dari minyak ganja yang diberikan kepada anaknya.

“Iya, jadi lebih cepat ingat. Seperti saat dia lihat pameran alat-alat perang, sepulangnya di rumah dia bisa gambar apa yang dia lihat di pameran dan dia bisa menjelaskan alat-alat perang tersebut seperti orang presentasi,” katanya.

Musnaini menjelaskan, minyak tersebut tidak disuapi ke anaknya setiap hari. Dia pun mengungkapkan, biji ganja digunakan bebas di rumahnya. Malah, terbilang jarang sekali lemari pendingin di rumahnya kosong dari minyak ataupun biji ganja yang belum diolah.

“Kalau lagi ada, bebas saja mau ditaruh di mana di rumah. Satu keluarga saya menggunakannya untuk masakan,” ujarnya.

Musnaini juga bahwa dirinya telah menggunakan ganja sejak 21 tahun yang lalu. Hanya saja, dia tidak menjadikan ganja sebagai kebutuhan pokok.

Kini, Musnaini pun mengandalkan ganja di kala tubuhnya sedang tidak dalam keadaan prima. Baginya, resep mengatasi flu yang ampuh adalah dengan menghisap satu linting ganja.

“Misalkan flu badan kurang fit dan demam, saya enggak beli obat, saya linting itu saja, sehat dan selesai. Ditambah minum air putih banyak, dan itu enggak membuat kerongkongan kita kayak hisap rokok banyak-banyak, enggak membuat badan sesak, malahan segar,” kata Musnaini.

Dia meyakini, ketika dirinya ingin berelaksasi, maka dengan menghisap ganja tubuhnya akan semakin mudah untuk terasa rileks. “Sama sepertu kalau kita mau cari ide, ya pasti dapat ide (kalau menghisap ganja),” katanya.

Tak hanya melakukan pengujin efek DHA terhadap anaknya, Musnaini juga menjelaskan tentang banyaknya manfaat dari tanaman ganja. Ya, artinya, manfaat tidak hanya didapatkan dri bagian daun dan biji, namun juga dari bagian tanaman ganja yang lain.

Pria berperawakan kurus dan tinggi ini mengungkapkan bahwa sudah banyak penelitian yang berhasi menemukan bahwa akar ganja dapat direbus untuk melancarkan buang air kecil, menghilangkan pegal-pegal, mengurangi kencing manis.

Sedangkan, untuk bagian luar tanaman ganja, seperti serat batang ganja, lebih banyak dijadikan komoditas souvenir seperti gelang bagi para penikmat ganja.

“Kami berencana mau percobaan, itu batangnya kan kalau kita lihat dari literatur malah dijadikan decking kapal. Kalau seratnya jadi tambang kapal. Dan saya lihat pun rantingnya itu kita buang dalam waktu yang lama, itu enggak terurai. Jadi saya batangnya mau. Batangnya itu anti rayap. Mungkin karena rayapnya fly,” kata Musnaini sambil tertawa.

Di sejumlah negara, kampanye legalisasi ganja tahun digelar di Hyde Park. Perayaan diusung oleh organisasi Norml-UK, yang awalnya digelar sebagai peringatan Hari 420, yang merupakan kependekan dari 20 April itu sendiri. Sementara di Amerika Serikat, perayaan Hari Marijuana Sedunia diadaptasi dari komunitas pro-cannabis, yang konsisten melakukan penolakan ditetapkannya marijuana sebagai obat ilegal. (meg/meg)