"Ini harus dilakukan investigasi penyebabnya. Kami sudah minta teman-teman (IDI) untuk membahas itu karena menyangkut dokter di sana," kata Ketua IDI Zaenal Abidin, kepada CNN Indonesia, Selasa (17/2).
Zaenal menuturkan, obat Buvanest Spinal pabrikan Kalbe Farme biasa dipakai oleh dokter untuk melakukan anestesi dan berjalan normal. "Menurut keterangan dokter yang pakai selama ini tidak masalah, ini untuk anastesi," paparnya.
Satu dari sekian prediksi, ungkap Zaenal, adalah tertukarnya label obat yang digunakan. Pasalnya, dokter hanya menggunakan obat dan mempercayakan sepenuhnya isi obat berdasarkan informasi yang ada di kemasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan farmasi Kalbe Farma sebelumnya telah menyampaikan penjelasan kepada otoritas terkait bahwa pihaknya melakukan penarikan dua produknya yakni seluruh batch Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy 4 ml dan Asam Tranexamat Generik 500 mg/Amp 5 ml dengan nomor batch 629668 dan 630025. Penarikan sukarela dilakukan pada 12 Februari 2015.
(pit/sip)