Polisi Periksa Tiga Saksi Kasus Tewasnya Penyidik Benjina

Suriyanto, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 09:54 WIB
Polisi Periksa Tiga Saksi Kasus Tewasnya Penyidik Benjina Ratusan ABK asing yang diduga menjadi korban perbudakan oleh perusahan perikanan di Benjina, Maluku. (Dok. Pusdatin Kementerian Kelautan dan Perikanan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Jakarta Pusat telah memeriksa tiga orang saksi terkait tewasnya Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kepulaun Aru Yosep Sairlela di Hotel Treva, Cikini, Senin dini hari lalu. Petugas masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit yang diperkirakan bakal keluar sekitar dua pekan.

"Tiga orang saksi yang kami periksa karyawan hotel," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja kepada CNN Indonesia, Selasa (2/4).

Saat menemukan Yosep tewas di kamar hotel, petugas menurut Tatan tak menemukan luka serius. Memang ada luka memar di pipi Yosep. Namun petugas yakin bukan luka memar itu yang jadi penyebab kematian petugas pengawas sumber daya kelautan dan perikanan Kepulauan Aru itu. 


Tatan mengaku belum menerima informasi soal jenazah Yosep saat ini. Tapi ia memperikirakan jenazah sudah diterima keluarga di Tual, Maluku. Informasi yang diterima jenazah Yosep saat ini tengah dalam perjalanan menuju Tual untuk di makamkan.

Yosep ditemukan tewas di kamar Hotel Treva, Cikini, Jakarta Pusat. Sempat ada dugaan Yosep tewas karena penyakit jantung yang dideritanya. Namun untuk mengetahui pasti, keluarga mengizinkan jenazah Yosep untuk diautopsi. (Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Tewasnya Penyidik Kasus Benjina) (sur/sur)