Kecurigaan atas kematian Yosep ini membuat polisi turun tangan untuk menyelidiki sebab kematian pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan itu.
Dilansir dari detik.com, Kepala Unit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Arie Dharmanto mengatakan, jenazah saat ini tengah diautopsi. "Kita tunggu saja hasil Autopsinya," kata Arie .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tewasnya Yosep memang membuat terkejut pihak keluarga. Keluarga juga sempat menduga Yosep terkena serangan jantung hinga tewas. Bahkan keluarga sempat menolak autopsi jenazah karena yakin Yosep meninggal karena sakit jantung yang dideritanya selama ini.
Sebelumnya diberitakan kapal Benjina diduga melakukan praktik perbudakan di kapal ikan yang beroperasi Kepulauan Aru, Maluku. Kasus perbudakan pertama kali diungkap oleh media asing Associated Press (AP) dalam investigasinya yang berjudul "Are slaves catching the fish you buy?" pada 25 Maret 2015. Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Tim Satgas Anti Penangkapan Ikan Ilegal tengah mendalami kasus tersebut. (sur)