Polisi Selidiki Penyebab Tewasnya Penyidik Kasus Benjina

Suriyanto, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 09:03 WIB
Polisi Selidiki Penyebab Tewasnya Penyidik Kasus Benjina Ratusan ABK asing yang diduga menjadi korban perbudakan oleh perusahan perikanan di Benjina, Maluku. (Dok. Pusdatin Kementerian Kelautan dan Perikanan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kepulaun Aru Yosep Sairlela meninggal dunia secara mendadak di sebuah hotel di Jakarta Pusat, Senin dini hari lalu. Yosep diketahui tengah menyelidiki kasus perbudakan dan pencurian ikan kapal Pusaka Benjina Resources.

Kecurigaan atas kematian Yosep ini membuat polisi turun tangan untuk menyelidiki sebab kematian pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan itu.

Dilansir dari detik.com, Kepala Unit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Arie Dharmanto mengatakan, jenazah saat ini tengah diautopsi. "Kita tunggu saja hasil Autopsinya," kata Arie .


Yosep menurutnya ada di Jakarta dalam rangka penyelidikan kasus perbudakan dan pencurian ikan yang dilakukan kapal Benjina

Tewasnya Yosep memang membuat terkejut pihak keluarga. Keluarga juga sempat menduga Yosep terkena serangan jantung hinga tewas. Bahkan keluarga sempat menolak autopsi jenazah karena yakin Yosep meninggal karena sakit jantung yang dideritanya selama ini.

Sebelumnya diberitakan kapal Benjina diduga melakukan praktik perbudakan di kapal ikan yang beroperasi Kepulauan Aru, Maluku. Kasus perbudakan pertama kali diungkap oleh media asing Associated Press (AP) dalam investigasinya yang berjudul "Are slaves catching the fish you buy?" pada 25 Maret 2015. Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Tim Satgas Anti Penangkapan Ikan Ilegal tengah mendalami kasus tersebut.  (sur/sur)