Berbekal secuil informasi soal pelantikan yang sudah dikonfirmasi Badrodin di Kompleks Parlemen pada siang hari, awak media kemudian mulai mendatangi gedung utama Mabes Polri untuk meliput prosesinya. Namun, yang didapati hanyalah pintu yang terkunci dan hanya bisa dimasuki anggota polisi.
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komisaris Jenderal Budi Waseso dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan terlihat memasuki gedung. Namun, keduanya tidak memastikan proses pelantikan Budi telahm akan atau tengah berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton menampik institusinya sengaja merahasiakan proses pelantikan ini. Pasalnya, upacara tersebut, menurutnya, dilakukan secara sederhana.
Menurutnya, Polri pun kebingungan karena selalu mendapat kritik dalam setiap kegiatannya. "Mewah salah, sederhana salah. Ini sudah kesepakatan bersama," ujar dia.
Prosesi pelantikan biasanya dilakukan secara terbuka untuk media. Misalnya, pada upacara pelantikan Anton sebagai Kepala Divisi Humas menggantikan Inspektur Jenderal Ronny Sompie, Polri bahkan mengundang media untuk meliput acara kekeluargaan yang diselenggarakan setelahnya.
Namun, pada saat melantik pejabat yang posisinya lebih tinggi dan disorot masyarakat, Polri justru memutuskan sebaliknya.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta Pane yang berada di lokasi pun mengritik keputusan ini. "Mestinya tidak perlu sembunyi-sembunyi, agar masyarakat tahu punya Kapolri baru," kata dia. Walau demikian, dia pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Pemilihan Budi Gunawan sebagai Wakapolri memang mengundang polemik. Pasalnya, Budi Gunawan sempat disangka terlibat tindak pidana gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan kasusnya hingga kini masih belum tuntas.
Seorang perwira di lingkungan Markas Besar Polri sebelumnya mengatakan kepada CNN Indonesia, Budi Gunawan sengaja "disimpan" agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. "Dan dia juga kan sudah batal jadi Kapolri, lebih baik jangan ditanyai dulu," kata dia.
Sungguh sebuah perhelatan yang sepi untuk pelantikan pejabat sekaliber Wakapolri. Sepi sekali. (sip)