"Ini telah mencemarkan nama baik sekolah dan organisasi Muhamadiyah secara umum," ujar Slamet di kantor Komisi Perlindungan Anak, Jakarta, Jumat (24/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta event organizer untuk meminta maaf kepada sekolah," tegasnya. Slamet mengatakan, sekarang lembaganya juga sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan perkara ini ke kepolisian, meskipun akhirnya Devine Production bersedia meminta maaf.
Kamis (23/4) kemarin, manajemen Hotel Media & Tower mengumumkan, pesta bikini Splash After Party batal digelar di hotel mereka. "Kami resmi membatalkan acara ini karena disinyalir akan diikuti oleh anak-anak di bawah umur,” ujar Manager F&B Event & Sponsorship, Ibnu M Iqbal.
Pada kesempatan berbeda, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan akan menertibkan pesta yang menganggu keamanan. "Selama itu menimbulkan gangguan keamanan, pasti akan kami lakukan antisipasi," ujar Badrodin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis kemarin.
Akan tetapi, Badrodin menilai pihak yang lebih tepat menangani kasus ini adalah pemerintah daerah dan kementerian yang terkait dengan perlindungan anak. (rdk)