Tampuk jabatan tersebut diduduki oleh Bambang setelah ayahnya, Adriansyah, purna tugas. Adriansyah sendiri disangka menerima duit suap dari PT Mitra Maju Sukes (MMS) milik Andrew Hidayat terkait izin usaha tambang.
"Tidak ada (yang janggal). Tidak ada (uang dari pihak luar dari tahun 2009)," ujar Bambang singkat seusai diperiksa di kantor KPK, Jakarta, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan dilakukan terkait beberapa dokumen yang disita dari hasil penggeledahan pada Selasa (21/4). "Pemeriksaan termasuk mekanisme pemberian izin usaha di Tanah Laut," kata Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha, Jumat (24/4).
Adriansyah dan Andrew ditetapkan sebagai tersangka dalam sebuah operasi tangkap tangan di dua lokasi terpisah, Bali dan Jakarta, Kamis (9/4). Adriansyah diduga melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.
Sementara Andrew disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana.
(obs)