Menurut Lulung, dia emosi karena mendengar berbagai pertanyaan yang dipandang menyudutkan dirinya dari para wartawan di Bareskrim Polri. Lulung pun emosi karena beberapa media mengubah perkatannya dalam berita yang mereka tulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lulung meminta agar media massa dapat bersikap kooperatif dalam memberitakan berbagai perkembangan terkait penyelidikan kasus UPS pada APBD 2014 secara berimbang.
Lulung meninggalkan Gedung Bareskrim sekitar pukul 20.50 WIB kemarin malam dan hanya melayani sedikit pertanyaan dari wartawan. Pengusaha Tanah Abang itu pun sempat menyampaikan sikapnya yang akan terus mendukung langkah kepolisian dalam mengusut kasus UPS di APBD 2014 hingga tuntas.
"Intinya saya mendukung Polri dalam mengusut dan menyelesaikan kasus ini," ujar Lulung.
Kasus dugaan korupsi mulai mencuat setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan DPRD DKI Jakarta berpolemik mengenai RAPBD tahun 2015. Ahok kala itu membeberkan anggaran siluman yang kembali muncul dalam RAPBD padahal sebelumnya mata anggaran itu sudah dihapus. (rdk)