"Dari DPO yang teridentifikasi 19 orang. Iya, siapa lagi kalau bukan dari kelompok itu (Din Minimi)," kata Husein saat berbincang dengan CNN Indonesia, Selasa (5/5).
Hingga saat ini, Polda Aceh telah menangkap 16 orang kelompok Din Minimi. Satu orang ditangkap, Senin (4/5) malam dan 19 masih terus diburu. Satu orang yang ditangkap semalam adalah Zulfaini alias Tengku Blang yang merupakan satu di antara empat eksekutor yang membunuh dua Intel Kodim 0103 Aceh Utara pada Maret 2015 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barang bukti lain berupa satu unit motor Mio Sporty yang di dalamnya terdapat satu borgol dan satu penutup muka (sebo), juga satu pucuk pistol jenis FN lengkap dengan amunisi. Pada pukul 02.00 WIB, Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi langsung tiba di tempat kejadian perkara.
Seperti diberitakan sebelumnya Sertu Indra dan Serda Hendri baru pulang silaturahmi dari rumah Kepala Mukim Desa Alumbang ketika keduanya dihadang oleh sekitar 15 orang, 300 meter dari kediaman sang Kepala Mukim Desa.
Dua intel itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil oleh kelompok bersenjata yang menculiknya. Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 17.30 WIB, terdengar suara letusan senjata api sebanyak tiga kali.
Selasa (24/3), ketika Satuan Intelijen dan Keamanan serta Satuan Narkoba Polres Lhokseumawe menelusuri hilangnya Sertu Indra dan Serda Hendri, mereka menemukan dua mayat dalam posisi tertelungkup, tangan terikat, dan hanya memakai celana dalam di Desa Bate Pilah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, di daerah yang sunyi dan jauh dari permukiman penduduk.
Secara terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI Fuad Basya menyatakan aparat sedang memburu pelaku penembakan. Dia juga mengatakan pelaku merupakan “kelompok yang telah diperkirakan.”
Sumber CNN Indonesia menyatakan, Sertu Indra dan Serda Hendri tengah mengintai Din Minimi, kelompok bersenjata pecahan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Mereka (Din Minimi) disinyalir masih memiliki senjata dan merasa kecewa dengan pemerintahan saat ini karena tidak mendapat jabatan apapun. Intel sedang bertugas mengintai mereka,” kata sumber CNN Indonesia, saat itu.
Sementara itu, Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin mengatakan Abu Minimi alias Nurdin alias Din Minimi kepadanya menyatakan tidak terlibat dalam penculikan dan pembunuhan dua anggota Intel 0103 Aceh Utara tersebut. (pit)