"Saya lihat mereka sudah melaksanakan tugas sesuai fungsi masing-masing," ujar Tedjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan mereka saling melengkapi. Misal ada operasi di daerah mana, kemudian berkoordinasi dengan polisi, kemudian Basarnas (Badan SAR Nasional), BIN (Badan Intelijen Negara), dan informasi intelijen, jadi saling mengisi dan tidak masalah," ujarnya.
Bantah Isu Reshuffle
Soal perombakan kabinet, Tedjo mengaku belum pernah mendengar ada isu reshuffle ini. Dari pada berspekulasi soal reshuffle ini, Tedjo memilih untuk tetap bekerja sesuai dengan tugasnya. Ia menyerahkan sepenuhnya pada Presiden dan Wakil Presiden jika memang akan ada reshuffle.
Tedjo sendiri mengaku akan membantu Presiden dan Wakil Presiden memberikan penilaian kinerja menteri yang ada di bawah koordinasinya. Sebagai salah satu menteri Kabinet Kerja, Tedjo siap jika memang jadi target reshuffle.
Terkait kabar adanya rapat para pimpinan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terkait reshuffle, Tedjo mengaku tidak tahu. "Saya kan tidak masuk ke sana. Itu silakan dari parpol masalah rapat itu," kata dia. (Baca juga: KIH Ajukan Usul Reshuffle Menteri kepada Jokowi Pekan Ini) (sur)