Presiden Direktur PT. Aetra Air Jakarta Mohamad Selim mengatakan, perusahaan yang ia pimpin membutuhkan dana sekitar Rp 28 Milyar untuk pembangunan kedua decanter yang ada di Pulogadung dan Buaran tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Decanter di Pulogadung dan Buaran diketahui memiliki kapasitas untuk mengolah limbah sebanyak 1,6 ton per jam. Nantinya, seluruh limbah yang diolah akan dikembangkan untuk membuat batu bata dengan kerjasama oleh kelompok-kelompok kerajinan di beberapa Kecamatan di Jakarta Timur.
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga menyampaikan harapannya agar Aetra dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi di masa mendatang. Bahkan, Ahok berharap perusahaan pengelola air minum itu dapat membantu mewujudkan mimpi untuk menyediakan air bersih bagi seluruh warga Jakarta nantinya.
"Saya tahu Aetra kerjanya profesional. Terima kasih untuk komitmennya terus, dan saya harap segera tidak ada lagi orang yang tidak punya air bersih, dan mengambil air tanah, di DKI Jakarta. (Baca juga: Ahok Terima Lima Truk Sampah dari PT Pelindo) (sur)