Ahok mengaku telah meminta waktu untuk bertemu dengan Jokowi sejak beberapa waktu yang lalu, namun baru diberi kesempatan hari ini karena kesibukan Presiden melakukan kunjungan kerja di Provinsi Maluku, Papua, dan negara tetangga Papua Nugini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga akan ada kontrak di Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa itu ada kontrak payungnya supaya cepat. Kalau LKPP dapat, kami lebih gampang. Terus, semua di e-Catalog di LKPP lebih cepat," kata dia.
"LKPP pernah membantu DKI Jakarta waktu membuat RSUD Koja dengan dokumen rancang bangun. Sudah kami mau pakai itu, jadi dia secara desain umumnya, lalu rancang bangun biar lebih cepat. Kami juga enggak mau kemahalan lagi," ujar dia.
Seperti diberitakan, pencairan APBD 2015 sempat terhambat lantaran terjadi perselisihan antara Ahok dengan DPRD DKI Jakarta. Saat itu, Ahok membeberkan ada anggaran siluman yang muncul dalam daftar belanja daerah yang tidak disetujui pemerintah provinsi Jakarta.
Ahok bahkan sempat melaporkan persoalan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polda Metro Jaya. Saat ini, Polda Metro tengah menindaklanjuti dugaan korupsi dalam belanja uninterrupted power supply (UPS) di sekolah di Jakarta Barat.
Sementara itu, DKI Jakarta memang menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018. Bersama Kota Bandung dan Kota Palembang, acara tersebut akan dibuka pada 19 September 2018.
Setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah oleh Dewan Olimpiade Asia (Olympic Council of Asia), Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta mendirikan kompleks atlet di Kemayoran, Jakarta, di atas tanah seluas 11 hektare. Pada Januari 2015, Ahok mengonfirmasi bahwa kompleks yang juga akan memiliki fasilitas olahraga air ini akan rampung dibangun pada 2017.
Selain membangun kompleks atlet, Jakarta juga melakukan revitalisasi Stadion BMW di Papanggo, Jakarta Utara, GOR Ciracas, GOR Cibubur, dan GOR Senayan. Kesempatan menjadi tuan rumah ajang Asian Games dimanfaatkan ibukota sebagai salah satu lahan promosi pariwisata Jakarta. (rdk)