Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menuturkan, kongres yang baru pertama kali diadakan di Indonesia ini dapat memupuk kerjasama kedokteran militer antara anggota ICMM yang mengedepankan prinsip netralitas.
Sebagaimana siaran pers yang diterima CNN Indonesia, ajang ini setidaknya membahas dua isu global yaitu virus ebola dan bahaya senjata kimia dan nuklir bagi prajurit militer. Melalui kongres ini, negara-negara peserta dapat bertukar informasi, teknologi, dan pengalaman dalam misi-misi kesehatan militer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemhan mengklaim, tak hanya untuk prajurit militer, ICMM World Congress on Military Medicine ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kontribusi dan perkembangan kedokteran militer terhadap kesejahteran masyarakat secara luas.
Di akhir kongress, peserta akan melantik Indonesia menjadi koordinator ICMM untuk masa dua tahun ke depan. Sebelum ini, posisi chairman ICMM dipegang Arab Saudi. (sip)