"Dalam situasi sulit seperti sekarang ini, harus ada kepemimpinan politik kuat yang mendukung lembaga anti korupsi. Oleh karena itu, butuh sosok yang benar-benar paham metode komunikasi sosial tidak sekadar mampu saja secara individual," kata Meuthia dihubungi CNN Indonesia, Kamis (21/5).
Meuthia terpilih menjadi salah satu dari sembilan anggota Pansel calon pimpinan KPK yang diumumkan Presiden Joko Widodo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis ini. (Lihat Juga: Jokowi Umumkan Sembilan Nama Anggota Tim Pansel KPK)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persoalan korupsi lebih luas di Indonesia. Dia harus bisa melakukan kontak sosial akibat minimnya dukungan serta mengurangi korupsi dengan program yang lebih baik dari sebelumnya," kata dia menegaskan.
Di sisi lain, Meuthia berpandangan minimnya dukungan politis atas lembaga anti rasuah bisa menyebabkan calon dengan kualitas terbaik enggan untuk bergabung.
"Calon itu bisa berpikir 'saya akan menghabiskan energi sia-sia di lembaga ini'. Kami khawatir kondisi situasi politik seperti ini akan membuat yang terbaik jadi agak ragu untuk bergabung," ujar dia menjelaskan.
Namun, dia optimis pihaknya akan bisa mendapatkan calon terbaik untuk mengisi posisi pimpinan KPK tersebut. "Kami sudah bertekad akan mendapatkannya. Saat ini kami sedang berdiskusi kriteria calon seperti apakah yang tepatnya dibutuhkan KPK," kata dia enggan menyebutkan lebih jauh mengenai siapakah nama-nama calon ideal pimpinan KPK tersebut. (utd)