"Kebiasaannya beliau seneng tempe, tahu pakai bumbu santan yang berkuah, sayur lodeh," kata Suweden saat berbincang dengan CNN Indonesia di ruang kerjanya, Lantai 3 Gedung Granadi, Jakarta, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca: Soeharto Sampai Mati Tak Mau Bertemu Habibie)
Melihat pengawal pribadinya hanya menyendok secuil makanan, Soeharto bertanya, "Kamu enggak tambah Den?"
"Siap, tidak Pak," Suweden menjawab cepat.
(Baca: Malam Jelang Kejatuhan Soeharto, Pegawai Istana Terkurung)
Saat Soeharto mulai diserang sakit, porsi makan Bapak Pembangunan itu semakin sedikit. Pada meja makan yang berputar di depannya, Soeharto hanya meminta disuguhkan beberapa sendok makan nasi. "Pak Harto juga suka makan berkuah seperti tetelan yang digodok. Enggak ada yang istimewa, semua sederhana saja," tuturnya.
Sisi kehidupan Soeharto memang selalu menyisakan banyak cerita. Hiruk pikuk politik dan tekanan ekonomi yang mengiringi akhir kekuasaan Soeharto telah menorehkan catatan sejarah penting dalam kehidupan bangsa ini. Setiap jengkal kisah Soeharto seperti magnet yang menarik perhatian publik. (rdk)