Menurut Ahok -sapaan akrab Gubernur Basuki- penyaluran bantuan pendidikan di ibu kota lebih efektif tahun ini. Penurunan angka penerima merupakan salah satu indikatornya.
“Sebelumnya ditemukan banyak penipuan, banyak orang yang namanya duplikat. Begitu kami katakan bantuan KJP tidak boleh tarik kontan, langsung mereka tidak semangat karena dananya tidak boleh kontan," ujar Ahok, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan transaksi non tunai yang rencananya bakal diterapkan untuk penyaluran bantuan membuat pemberian bantuan lebih tepat sasaran. (Baca juga: Ahok Sebut Retno Listyarti Tak Bisa Lagi Jadi Kepala Sekolah)
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman memaparkan, jumlah penerima KJP tahun ini mengalami penurunan sekitar 20,07% dari estimasi awal penerima yang terdapat dalam APBD 2015 untuk 612.000 siswa tingkat SD hingga SMA di ibu kota.
"Penyebab (berkurangnya penerima KJP) karena pendataan dilakukan secara menyeluruh dan selektif dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga dihasilkan data calon penerima yang tepat sasaran, serta mengurangi terjadinya duplikasi penerima KJP," ujar Arie. (sip/sip)