Ahok Sebut Retno Listyarti Tak Bisa Lagi Jadi Kepala Sekolah

Lalu Rahadian | CNN Indonesia
Rabu, 20 May 2015 15:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta menyebut tidak adanya kemungkinan itu karena waktu kerja Retno yang akan lebih sibuk sebagai guru. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan selamat kepada pejabat yang usai dilantik untuk menjabat Administrasi di halaman kantor Balaikota Jakarta, Senin (18/5). Ahok melantik sebanyak 649 pejabat eselon III dan IV untuk jabatan Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta termasuk pejabat pengganti tersangka korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) tahun anggaran 2014, Alex Usman. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyebut Retno Listyarti tidak mungkin kembali diangkat menjadi kepala sekolah di Ibu Kota.

Setelah dicopot dari kursinya sebagai Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta pada 7 Mei lalu, saat ini Retno memang masih tetap menjadi guru dan telah kembali mengajar di SMAN 13. Namun, Ahok, sapaan akrab Basuki, mengatakan bahwa sangat kecil kemungkinan Retno akan kembali diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah.

"Tidak ada (kesempatan menjadi kepala sekolah lagi) karena dia sibuk. Kalau lihat mentalnya sudah seperti itu ya susah (untuk menjadi kepala sekolah lagi). Orang tua sudah susah berubah," kata Ahok di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (20/5). (Baca juga: Mantan Kepala SMAN 3 Merasa Diberhentikan Sewenang-wenang)


Menurut Ahok, keputusan Pemerintah Provinsi untuk mencopot jabatan Retno sebagai kepala sekolah SMAN 3 telah sesuai dengan peraturan yang dimiliki oleh Badan Kepegawaian Daerah. Bahkan, menurut Ahok, hukuman yang diberikan kepada Retno masih terbilang ringan karena tidak menghilangkan statusnya sebagai guru.

"Itu kan keputusan dari BKD, pendisiplinan pegawai. Hukumannya apa? Ringan kok, dia cuma ditegur. Diturunin pangkat enggak? Enggak. Dicopot dari guru? Enggak. Jadi sesuai dengan aturan BKD yang menghukum ringan dan hanya menegur," ujar Ahok. 

Retno diketahui mempermasalahkan pencopotan jabatan kepala sekolah yang diembannya pada awal Mei lalu. (Baca juga: LBH: Pemberhentian Retno dari Kepsek Tak Berdasar Hukum)

Selain telah melayangkan surat keberatan atas pencopotan dirinya sebagai kepala sekolah, Retno juga telah mendatangi Ombudsman Republik Indonesia dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta untuk meminta bantuan hukum menghadapi keputusan Pemprov DKI Jakarta.

Ahok sebelumnya beberapa kali menanggapi kritik Retno dengan nada tinggi. Ahok juga sempat menyindir Retno lantaran memenuhi undangan wawancara salah satu televisi swasta nasional beberapa waktu menjelang Ujian Nasional (UN) berlangsung, 14 April lalu.

Tak hanya itu, Ahok juga mengkritik Retno yang melakukan wawancara sebagai Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) kala itu. (Baca juga: Kepsek SMAN 3 Enggan Kasih Impunitas ke Pelaku Kekerasan)

"Anda diberi tugas tambahan menjadi kepala sekolah, tapi Anda merasa sekretaris jenderal lebih penting, kemudian datang dengan fungsi sebagai sekjen, ini lagi ujian nasional, Bu," ujar Ahok.

Kasus pencopotan Retno dari kursi Kepala Sekolah SMAN 3, dimulai ketika dia mengeluarkan keputusan untuk menskors enam siswanya.

Kala itu, para orangtua siswa yang diskors melaporkan Retno ke Polda Metro Jaya. Mereka menilai hukuman skors selama 39 hari dapat menyebabkan prestasi anak anjlok. (Baca juga: Siswa SMAN 3 Ancam Bunuh Kepala Sekolah)

Retno pun saat itu mengungkapkan, skors selama 39 hari yang dilakukan terhadap enam siswanya adalah langkah konkret dalam menegakkan aturan sekolah setelah keenam siswa tersebut diduga melakukan pengeroyokan alumni hingga cedera dan luka-luka. (meg/meg)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER