Pemerintah Iklankan Korban untuk Tekan Jumlah Perokok

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2015 23:00 WIB
Pemerintah Iklankan Korban untuk Tekan Jumlah Perokok Kementerian Kesehatan RI meluncurkan iklan layanan masyarakat tentang bahaya asap rokok di Gedung Kemenkes RI, Jumat (22/5). (CNN Indonesia/ Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia bekerja sama dengan World Lung Foundation meluncurkan iklan layanan masyarakat tentang bahaya asap rokok, Jumat (22/5). Iklan berdurasi 30 detik ini dibuat untuk menumbuhkan kesadaran pada masyarakat bahwa asap rokok dapat menimbulkan masalah yang sangat serius.

"Tujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap rokok, tentang bahaya merokok, dan bahaya paparan asap rokok untuk perokok aktif dan pasif," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno Sutarjo di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Jumat (22/5). (Baca Juga: Wanita Bergusi Hitam yang Kena Kanker Kulit Langka di Mulut)

Lebih lanjut Untung mengatakan peluncuran iklan ini sebagai bagian dari upaya Kemenkes untuk melawan industri rokok yang sangat gencar beriklan di media. Alasannya, kini pengidap penyakit tidak menular akibat asap rokok semakin banyak.


"Kami tahu sekarang banyak angka penyakit tidak menular, seperti jantung, stroke, paru-paru, yang berkaitan dengan rokok semua meningkat. Bahkan penyebab kematian yang paling tinggi adalah stroke ada kaitannya dengan rokok," kata Untung di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (22/5).

Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan populasi perokok terbanyak di dunia. Lebih jauh lagi, dia mengatakan Indonesia adalah salah satu dari 13 negara dengan populasi 10 juta perokok pria yang merokok setiap hari. (Lihat Juga: Ahok: Orangtua Merokok, Anak Tak Dapat Kartu Jakarta Pintar)

Selain itu, katanya, ada sekitar 67 persen dari jumlah total penduduk laki-laki di Indonesia yang merokok. "Perokok laki-laki Indonesia terbesar di dunia. Jadi Indonesia juara dunia," ujar Untung.

Tak hanya di kalangan laki-laki, bahkan Untung juga menyampaikan kalau belakangan ini jumlah perokok perempuan dan anak-anak jumlahnya terus meningkat. "Perokok usia sekolah meningkat 2 kali lipat," ucapnya.

Iklan Layanan Masyarakat ini akan ditayangkan di lima televisi nasional, di radio, juga di Youtube selama 16 hari mulai tanggal 17 Mei.

Dalam iklan ini, ada pesan tentang bahaya asap rokok bagi para perokok pasif. Salah satunya dari Ike Wijayanti, perempuan berumur 37 tahun asal Surabaya menderita kanker pita suara akibat terpapar asap rokok di lingkungan kerjanya.

Ike bukan perokok. Begitu juga dengan suami atau keluarganya. Ia bekerja di restoran yang selalu penuh dengan asap rokok selama 10 tahun. "Berhentilah merokok, asapmu membunuh mimpi-mimpi orang di sekitarmu," ujar Ike dalam iklan tersebut. (utd/utd)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA