"Tujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap rokok, tentang bahaya merokok, dan bahaya paparan asap rokok untuk perokok aktif dan pasif," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno Sutarjo di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Jumat (22/5). (Baca Juga: Wanita Bergusi Hitam yang Kena Kanker Kulit Langka di Mulut)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan populasi perokok terbanyak di dunia. Lebih jauh lagi, dia mengatakan Indonesia adalah salah satu dari 13 negara dengan populasi 10 juta perokok pria yang merokok setiap hari. (Lihat Juga: Ahok: Orangtua Merokok, Anak Tak Dapat Kartu Jakarta Pintar)
Tak hanya di kalangan laki-laki, bahkan Untung juga menyampaikan kalau belakangan ini jumlah perokok perempuan dan anak-anak jumlahnya terus meningkat. "Perokok usia sekolah meningkat 2 kali lipat," ucapnya.
Iklan Layanan Masyarakat ini akan ditayangkan di lima televisi nasional, di radio, juga di Youtube selama 16 hari mulai tanggal 17 Mei.
Dalam iklan ini, ada pesan tentang bahaya asap rokok bagi para perokok pasif. Salah satunya dari Ike Wijayanti, perempuan berumur 37 tahun asal Surabaya menderita kanker pita suara akibat terpapar asap rokok di lingkungan kerjanya.
Ike bukan perokok. Begitu juga dengan suami atau keluarganya. Ia bekerja di restoran yang selalu penuh dengan asap rokok selama 10 tahun. "Berhentilah merokok, asapmu membunuh mimpi-mimpi orang di sekitarmu," ujar Ike dalam iklan tersebut. (utd/utd)