Menurut kuasa hukum Utomo, Handika Honggowongso, teriakan Utomo itu merupakan cermin dari obsesinya sebagai titisan raja. Menurutnya, Utomo juga mengaku kerap menerima panggilan gaib saat melakukan ritual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Handika mengatakan Utomo berasal dari keluarga terhormat dan mapan dari segi perekonomian. "Mas Utomo dari keluarga yang kaya. Bapak-ibunya orang terhormat. Karier adiknya juga bagus," kata dia.
Dugaan penelantaran anak terkuak oleh Utomo dan Nurindria terkuak setelah polisi menggeledah salah satu rumah di Cluster Nusa II Blok R RT 03/RW 11 Perumahan Citra Gran Cibubur atas dasar laporan warga yang berempati terhadap D, anak ketiga Utomo yang telah sebulan lebih tak boleh masuk rumah sehingga dirawat seadanya oleh tetangga sekitar dan tidur di pos jaga atau rumah-rumah warga.
Salah seorang tetangga mengatakan keluarga Utomo sudah mengontrak selama lima tahun di rumah itu. Selama ini tetangga jarang melihat aktivitas penghuni rumah pada siang hari. Mereka keluar rumah dengan menggunakan mobil.
Pada penggeledahan lebih lanjut, polisi bahkan menemukan sabu-sabu di salah satu kamar di rumah tersebut. Pasangan orang tua yang memiliki lima anak itu pun terbukti positif narkotika setelah dites urine.
Menurut Handika, Utomo mengaku memakai narkoba agar memiliki tenaga untuk melakukan tirakat dan membaca doa sehari semalam.
Saat ini kelima anak mereka berada di bawah pengawasan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan ditempatkan di safe house SOS Children Village di Cibubur. (agk)