Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan, personel di lapangan selama ini selalu menemui kesulitan yang sama saat hendak melumpuhkan Santoso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain medan yang sulit, Agus menuturkan, doktrin yang diajarkan Santoso kepada para anggota MIT juga merupakan hambatan pengembangan kasus terorisme ini.
Data terakhir yang dihimpun Polri menunjukkan, kelompok teror yang dipimpin Santoso dan Daeng Koro setidaknya memiliki anggota sebanyak 60 orang. Meski jumlahnya tak signifikan, Agus berkata, dua kelompok ni terus mengupayakan rekrutmen anggota baru.
Santoso tak kunjung tertangkap, selama ini hanya kaki tangannya saja yang berhasil disergap, baik ditembak mati atau ditangkap hidup-hidup. Polisi menurut Agus patut mensyukuri pencapaian selama ini. Pasalnya, penangkapan para anak buah Santoso juga mengurangi kekuatan kelompok itu.
Kemarin petugas kepolisian menembak mati dua orang anak buah Santoso di wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Dari tangan mereka petugas mengamankan satu pucuk senjata api laras panjang M16, dua magazen berikut 20 butir peluru 5,56 milimeter dan dua bom rakitan.
Sementara hari ini petugas menurut Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Idham Aziz, kembali menangkap dua orang anak buah Santoso di Makassar dan Palu. Penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan penyergapan kemarin. (sur)