Manahan melanjutkan, dirinya belum mendapatkan kabar lanjutan dari Puspomal apakah Praka JL sudah ditangkap atau belum. “Saya belum dapat info sudah ditangkap atau belum,” tuturnya. Manahan menjelaskan bahwa Puspomal masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman atas kebenaran soal Praka JL dan kasus yang membelitnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M. Iqbal mengungkapkan bahwa polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku pembunuhan terhadap Jopi yang sebelum meninggal aktif mengadvokasi hak-hak masyarakat adat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, sebelum penikaman yang berujung pada tewasnya Jopi yang mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik itu, terjadi keributan di Kafe Venue, Kemang, Sabtu (23/5) dini hari. Menurut saksi A, awalnya Jopi hanya berniat menengahi cekcok yang terjadi antara saksi dengan pelaku.
"Awalannya jam 4 pagi kurang, kami mau pulang dari Kafe Venue. Tiba-tiba orang ini menepuk punggung saya dari belakang dan menyuruh kami keluar. Saya paham dia mabuk banget pengaruh alkohol tinggi. Kemudian Jopi datang dan bertanya,’Ada apa ini?'," kata A dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (23/5). (Baca juga: Sebelum Tewas, Aktivis Jopi Cerita tentang Sebuah Rumah)
A menjelaskan tiba-tiba lelaki berperawakan tegap itu mengamuk dan hendak memukul korban. Saat itu, teman korban yang berjumlah lima orang berusaha menahan amukan lelaki itu. "Enggak ada penyebabnya. Dia random datang ke kami dan tiba-tiba mengamuk."
Saat suasana mulai memanas, teman-teman korban berusaha menarik korban keluar dari Kafe Venue. Akhirnya korban keluar. Saksi juga berusaha meredakan suasana dengan mengatakan kepada pelaku," Sudah tenang saja."
Namun, pelaku tampak tidak terima dan membuka tas selempang kecil berwarna krem. Ketika itu, kata saksi, ia mengeluarkan pisau sembari berteriak," Saya ini tentara". Saksi menjelaskan tidak hanya dirinya yang mendengar pernyataan itu tetapi juga beberapa rekan korban lainnya.
Lalu, pelaku dan teman-temannya mengejar korban hingga akhirnya di depan parkiran The Habibie Center, korban tampak dipukuli pelaku. '"Saya dengar juga ucapan'salah saya apa'," kata saksi.
Tak lama setelah dipukuli, korban tersungkur. Ketika teman-teman korban berupaya menangkat korban, mereka menemukan adanya darah mengalir dari balik punggung Jopi. (Baca juga: Rekan Aktivis Tewas Terkejut Jopi Jadi Korban Penikaman)
"Kami langsung bawa ke Rumah Sakit Pertamina Pusat. Sampai sana jam 04.30 WIB. Pukul 06.00 WIB dokter bilang Jopi sudah meninggal," kata saksi. (hel)